Postingan

Mencicipi Olahan Taoge Goreng Yang Melegenda di Bogor, Yang Berdiri Sejak 1970 Silam

Jakarta - Sayuran taoge tentu sudah tak asing buat rakyat Indonesia. Berbagai macam olahan sayur berwarna putih tersebut, baik sebagai hidangan utama maupun jajanan. Tempat makan satu ini pun menyandang status legendaris berkat olahan taogenya. Berlokasi di Bogor, tempat makan itu dikenal dengan nama Toge Goreng Ibu Hj. Omah. Konon, warung tersebut sudah berdiri sejak 1970 silam. Tempat yang menyajikan kuliner khas Kota Hujan itu pun belakangan menuai sorotan publik. Adapun akun EnjoyAja di YouTube jadi sosok yang membagikan momen menyantap hidangan Taoge Goreng di warung Ibu Hj. Omah. Dalam video berdurasi 14 menit 17 detik itu, ia awalnya mengaku mendapat rekomendasi dari akun Ngoprek Kuliner. Ia lantas berkunjung langsung ke warung yang berlokasi di jalan Jendral Sudirman No. 23 A, Pabatom, Bogor Tengah, Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Bertemulah dengan Acep, anggota keluarga yang kini mengurus warung makan tersebut. Diakui oleh Acep, warung ...

Cara Untuk Membuat Burgo Dan Kuahnya Khas Palembang Yang Gurih Dan Nikmat

Jakarta - Beragam kuliner enak yang dapat dijumpai di Kota Palembang, salah satunya burgo. Burgo khas Palembang memiliki cita rasa yang gurih, apalagi kuah santan yang disajikan akan tambah nikmat jika diolah menggunakan ikan sungai yakni ikan gabus. Sebagai kudapan yang cukup populer, burgo biasanya disajikan dengan kuah hangat. Nah, berikut ini Urban Id rangkum cara membuat kuah burgo yang nikmat yang biasanya dilakukan banyak masyarakat di Bumi Sriwijaya. Siapkan bahan Untuk membuat kuah burgo, siapkan bahan sekitar 200 gram ikan gabus, 200 mili liter santan, daun salam, serai dan lengkuas yang dimemarkan, 40 mili liter air. Selain itu juga siapkan gula dan minyak goreng secukupnya Siapkan juga bumbu lainnya yang dihaluskan, yakni 3 buah bawang merah sedang, 2 buah bawang putih, garam, 1 sendok teh ketumbar, jahe dan kemiri secukupnya. Membuat kuah burgo Untuk membuat kuah burgo, tumis bumbu yang sudah dihaluskan bersama lengkuas, serai, dan daun salam hingga ada ...

Perbedaan 4 Jenis Jagung Indonesia, Berbeda Jenis Dan Pemanfaatannya

Jakarta - Jagung merupakan salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Menurut Dr Ir Suwarto, M.Si, Dosen di Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas IPB, ada empat jenis jagung di Indonesia yang bisa dikonsumsi. Ada jagung untuk bahan baku tepung, jagung yang cocok direbus, jagung peanut, dan jagung brondong. Empat jenis jagung tersebut memiliki pemanfaatan yang berbeda. Pemanfaatan tiap jenis jagung tidak bisa sembarangan. Misalnya, jagung yang cocok untuk dibuat tepung sudah pasti tidak cocok untuk dijadikan jagung olahan pangan langsung, seperti jagung rebus atau jagung bakar. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Suwarto kepada Kompas.com, Jumat (1/10/2021). Selengkapnya, simak empat jenis jagung di Indonesia beserta karakteristik dan pemanfaatannya berikut ini. 1. Jagung manis Jagung manis merupakan salah satu jenis jagung yang banyak ditemukan di pasar tradisional. pasar modern, atau swalayan. Menurut S...

Mengenal Perbedaan Makanan Sempol Dan Pentol, Berikut Selengkapnya

Jakarta - Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan camilan sempol dan pentol, bukan? Kedua makanan ini mudah ditemukan di pinggir jalan. Meski sama-sama terbuat dari tepung tapioka, sejatinya kedua jajanan ini memiliki perbedaan, lho. Tak jarang masih banyak orang yang tertukar lantaran nama keduanya dinilai mirip. Walau hampir memiliki kemiripan dari segi nama, nyatanya sempol dan pentol memiliki perbedaan pada bentuknya. Meski begitu tidak menutup kemungkinan ada perbedaan-perbedaan lainnya. Mulai dari rasa, bahan-bahan, tekstur, hingga cara penyajian. Lantas, apa saja perbedaan kedua camilan yang berasal dari Jawa Timur ini? Sempol adalah makanan yang berasal dari Desa Sempol, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Camilan satu ini dibuat dari campuran ayam giling atau kornet dan tepung tapioka yang diberi bumbu. Kemudian, campuran adonan itu dibentuk bulat panjang dan ditusukkan pada ujung bambu. Uniknya, tusuk sempol yang terbuat dari bambu itu memiliki panjang sekitar...

Mengetahui Funsi Cengkeh Dalam Masakan Dapat Menghilangkan Bau Tak Sedap Pada Jeroan

Jakarta - Masakan Indonesia memiliki scent dan rasa yang kaya. Salah satunya, karena penggunaan rempah-rempah. Salah satu rempah yang biasa digunakan untuk membuat bumbu dapur adalah cengkeh. Cengkeh biasanya digunakan sebagai aneka bumbu masakan berkuah seperti kari dan semur. Selain itu, cengkeh juga bisa digunakan sebagai bahan membuat minuman hangat tradisional. Lantas, apa fungsi cengkeh pada masakan? Berikut penjelasan mengenai fungsi cengkeh yang menarik untuk diketahui. 1. Menghilangkan bau tak sedap pada jeroan Melansir dari majalah "Saji ED 442 July 2019"terbitan PT Gramedia Pustaka Utama, fragrance cengkeh yang khas dan tajam bisa menetralkan bau tak sedap pada jeroan. Oleh karena itu, cengkeh biasanya digunakan pada olahan jeroan. Hidangan yang biasanya menggunakan cengkah untuk membuat bumbu dapur adalah nasi kebuli, gulai, kari, dan semur. 2. Menetralisir bau amis pada seafood Selain bau tak sedap pada jeroan, cengkeh bubuk juga bisa kamu tabu...

Untuk Pecinta Makanan Pedas, Anda Bisa Mencoba Oseng Mercon Bu Narti Yang Pasti Pedasnya Wow

Jakarta - Oseng mercon adalah sajian khas Yogyakarta yang terbuat dari tetelan daging sapi. Oseng mercon memiliki rasa pedas yang mantap, sehingga cocok disantap olehmu yang suka pedas. Pada Senin (13/09/2021),Kami berkesempatan mencoba oseng mercon dari warung Oseng Mercon Bu Narti. Warung ini merupakan pelopor oseng mercon di Yogyakarta. Saya memesan oseng mercon lengkap dengan nasinya. Selain itu, saya juga memesan es jeruk agar terasa lebih segar. Pertama kali menyantap hidangan ini, rasa pedas oseng merconnya belum begitu terasa. Lalu, setelah tiga suap, sensasi pedasnya mulai membuat tubuh berkeringat. Jika melihat dari tampilan, oseng mercon memakai cabai yang banyak. Meski begitu, rasanya tidak hanya pedas, tapi ada pula gurih dari tetelan sapinya yang berlemak. Selain itu, oseng mercon ini juga memiliki fragrance yang wangi, seperti bau bakaran asap. Agaknya hal inilah yang membuat bau pada tetelannya tersamarkan. Potongan daging tetelan pada oseng mercon tidak terla...

Apakah Itu Gochujang? Apakah Halal, Berikut MUI Mejelaskan

Jakarta - Gochujang merupakan kondimen utama pada beberapa masakan khas Korea. Salah satunya, pada saus membuat tteokbokki. Kue beras khas Korea ini bisa dijumpai dalam keadaan instan atau siap santan di supermarket atau minimarket. Melansir dari Bonappetit, gochujang merupakan pasta dengan warna merah dengan tekstur kental dan cita rasa pedas manis. Gochujang terbuat dari bahan seperti cabai merah giling, beras ketan, fermentasi kedelai, dan garam. Secara tradisional, gochujang difermantasi selama bertahun-tahun dalam pot gerabah yang disimpan di luar ruangan. Difermentasi dalam waktu yang cukup lama membuat pati dalam beras ketan berubah menjadi gula. Hal ini membuat cita rasa gochujang yang peanut. Selain itu, cabai merah yang digunakan membuat rasanya pedas. Sementara kedelai yang difermentasi bekerja seperti miso yang menambah rasa umami pada gochujang. Lantas, bagaimana dengan kehalalan dari gochujang? Melalui wawancara bold, Direktur Eksekutif LPPOM MUI, Ir. Mu...